NEWSTICKER

Nakes Jahit Mulut Tuntut Insentif, Wabup Asahan: Akan Dibahas 2023

28 September 2022 18:16

Aksi jahit mulut para tenaga kesehatan sukarela di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, menuntut insentif Rp300 ribu/bulan, belum mendapatkan hasilnya dalam waktu dekat. Pengadaan pos anggaran bagi mereka baru dapat Pemkab Asahan bahas dengan DPRD Asahan pada tahun depan.

Demikian disampaikan Wakil Bupati Asahan, Taufik Zainal Abidin Siregar, menanggapi unjuk rasa dan aksi jahit mulut nakes sukarela. Para pangunjuk rasa adalah 335 nakes sukarela di 30 puskesmas di Kabupaten Asahan.

"Tahun ini tidak memungkinkan sebab kita sudah mengesahkan APBD Perubahan. Bila memungkinkan, untuk 2023 kita akan bahas dengan tim anggaran dan DPRD," ujarnya dalam Metro Hari Ini, Rabu (28/9/2022).

Belum adanya pos anggaran khusus untuk insentif bagi nakes sukarela, menurutnya berawal dari proses pengadaan nakes sukarela. Para kandidat mengajukan permohonan atau lamaran kepada kepala puskesmas di daerah masing-masing, bukan kepada Dinkes Kabupaten Asahan.

Selama ini anggaran honor bagi nakes sukarela dialokasikan oleh masing-masing puskesmas. "Menurut UU 5/2014 tentang Aparatur Sipil Negara mereka dilarang untuk menerima honor. Makanya mereka disebut sebagai tenaga sukarela, bukan tenaga honorer," urai Taufik Zainal Abidin Siregar.

Dia menegaskan bahwa Pemkab Asahan masih sangat memerlukan dukungan dari para nakes sukarela. Peran penting para nakes sukarela yang telah terbukti pada masa pandemi covid-19 tidak dapat dibantah dan karenanya Pemkab Asahan berkomitmen menganggarkan insentif yang pantas untuk tahun anggaran mendatang.

"Harap sabar, kita masih bahas bagaimana caranya mereka bisa dapat anggaran insentif tanpa melanggar aturan berlaku. Terutama bagi yang diangkat sebagai nakes sukarela setelah UU 5/2014 disahkan," sambung Taufik.

Unjuk rasa nakes sukarela menuntut insentif berlangsung di Kantor Bupati Asahan, Selasa (27/9/2022). Beberapa di antara pengunjuk rasa menjahit mulut sebagai bentuk protes atas pendapatan yang diperoleh dari selisih honor dari nakes PNS di puskesmas tempat mereka mengabdi.

"Sampai sejauh ini kami tidak pernah digaji dan tidak punya honor," ujar koordinator aksi, Adrian Sulin.